Filsafat sering dituduh sebagai ilmu pengetahuan yang membingungkan, dan banyak kalangan yang mempelajari filsafat berakhir dengan rasa pusing dan ketidak mengertian. Padahal, sebagai ilmu pengetahuan yang usianya sudah sangat tua, filsafat banyak diminati para pemikir atau tidak sedikit penggemar dan pecintanya. Mengapa banyak orang yang bingung mempelajari filsafat?? Karena mereka mempelajari filsafat tanpa pembimbing dan metode yang baik dan benar,
apalagi jika mempelajarinya "Setengah-setengah" dan tidak sampia mendalam. Bisa jadi, bnayak pengajar filsafat yang merasa "senang" membingungkan mahasiswa, seolah-olah kepuasan filosofis terletak pada kebingungannya atau membingungkannnya.
apalagi jika mempelajarinya "Setengah-setengah" dan tidak sampia mendalam. Bisa jadi, bnayak pengajar filsafat yang merasa "senang" membingungkan mahasiswa, seolah-olah kepuasan filosofis terletak pada kebingungannya atau membingungkannnya.
Usia filsafat sudah sepuh, perjalanannya telah memberiakn benutk-bentuk pemikiran yang bervariasi, juga telah melahirkan berbagai aliran dan paham yang mengideologis. Seluruh disiplin ilmu diciptakan oleh filsafat dan memiliki landasan filosofisnya. Oleh karena itu, tidak heran jika ada filsafat diseluruh disiplin ilmu. Misalnya, filsafat sosial, filsafat ekonomi, filsafat agama, filsafat negara, filsafat sejarah, dll..
Filsafat pendidikan yaitu mengkaji sistem pengembangan pendidikan, kepemimpinan dalam pendidikan, hakikat tujuan dan metode pendidikan, serta filsafat penelitian pendidikan.
Filsafat pendidikan menggunakan 3 pendekatan, yaitu :
- Ontologi pendidikan
- Epistemologi pendidikan
- Aksiologi pendidikan
- Epistemologi yaitu teori pengetahuan, atau teori tentang metode, cara, dan dasar dari ilmu pengetahuan, atau studi tentang hakikat tertinggi, kebenaran, dan batasan ilmu manusia. Dalam filsafat, epistemologi merupakan cabang filsafat yang meneliti tentang asal, sturuktur, metode-metode, dan kesahihan ilmu pengetahuan.
- Aksiologi pendidikan berkaitan dengan masalah ilmu dan pengetahuan (kognitio), maksudnya adalah memikirkan segala hakikat pengetahuan atau hakikat keberadaan segala sesuatu yang bersifat fisikal dan metafisikal, baik yang khusus maupun yang umum. Oleh karena itu, kajiannya mengarahkan diri pada dasar-dasar penalaran, logika, sumber pengetahuan, dan kriteria kebenaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar